CONTACT US

 
 +62-21-6386-1505  amc@advancemedicorp.com Facebook Twitter RSS GooglePlus Youtube

Retrograde Intra-renal Surgery (RIRS)

 Posted by Marketing Media AMC
 12 July 2016 22:38
 Advertorial - Urology
Retrograde intrarenal surgery (RIRS) adalah sebuah prosedur, baik  diagnostic maupun operatif, hingga ke dalam ginjal. Untuk prosedur ini, operator tidak perlu membuat sayatan, karena scope yang digunakan akan masuk melalui lubang alami tubuh (natural orifice). Pada scope tersebut sudah dilengkapi dengan working channel, sehingga instrument dapat masuk melaui portal yang sama dengan telescope.



Perkembangan technology dan teknik operasi dalam dunia minimal invasive surgery, membuat tindakan operasi dilakukan tanpa membuat sayatan di tubuh pasien. Untuk melakukan tindakan operasi memanfaatkan lubang alami tubuh (natural orifice).
Hal ini membutuhkan teknik  dan instrument yang lebih advance dibandingkan instrument rigid yang biasa digunakan. Teknologi Flexiblescope akan mempermudah operator untuk bermanuver guna mencapai organ target dari  tubuh pasien.

1.   Prosedur Singkat
Dalam prosedur RIRS, scope dimasukkan melalui Urethra ke dalam kantung kemih (buli),  kemudian masuk ke Ureter melalui lubang muara ureter, menuju bagian ginjal yang berfungsi untuk urine-collecting. Telescope diarahkan secara mundur pada upper urinary track hingga mencapai ginjal (intrarenal). RIRS memungkinkan dilakukan untuk membuang batu. Batu  yang terlihat dapat dimanipulasi dengan dihancurkan sehingga dapat keluar dari  saluran kemih.

Keuntungan dari  RIRS adalah tanpa sayatan sehingga meminimalisir nyeri pasca operasi dan pemulihan yang lebih cepat. Oleh  karena itu, untuk melakukan prosedur ini dibutuhkan peralatan yang mampu masuk hingga ke ginjal, dan dapat mengikuti anatomi saluran kemih dan ginjal sehingga tidak  menimbulkan cidera pada pasien dan kerusakan pada saluran kemih. Beberapa bentuk investasi yang ditawarkan oleh Karl STORZ adalah Flexible scope.

2.   Investasi Telescope Flexible
Selain menggunakan camera system, untuk melakukan RIRS operator akan sangat terbantu dengan adanya Flexiblescope. Dengan menggunakan Flexiblescope, operator akan lebih mudah dalam melakukan explorasi hingga ke dalam bagian ginjal. Hal ini akan memudahkan operator untuk melakukan tindakan operasi, baik untuk kasus batu ginjal ataupun kasus removal lainnya yang sulit atau bahkan tidak  mungkin dijangkau dengan menggunakan semi-rigid scope.

Dengan bentuk yang lentur, dan dilengkapi dengan steer yang berfungsi untuk menggerakan bagian distal flexible scope, akan membuat flexible scope mampu mengeksplorasi bagian ginjal hingga dalam dengan mudah. Selain itu, bidang pandang operator juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan, karena bagian ujung/ distal dari flexible scope dapat diatur pergerakannya oleh operator.

Secara garis besar, flexible scope yang ditawarkan oleh Karl STORZ dibagi menjadi 2 jenis:
a.   Flexibe-Fiberscope
Jenis flexiblescope yang pertama adalah Flexibe-Fiberscope. Jenis Flexibe-Fiberscope untuk RIRS dari Karl STORZ dikenal dengan nama Flex-X2.  Flex-X2 terdiri dari  tiga bagian utama yaitu okular, handle dan belalai. Bagian Okular adalah bagian yang terkoneksikan dengan Camera Head. Bagian utama kedua
adalah handle. Handle adalah bagian yang akan dipegang oleh operator. Pada bagian handle juga terdapat steer yang berfungsi untuk mengatur pergerakan distal tip. Hal ini akan membantu operator untuk mencapai area ginjal yang diinginkan. Bagian selanjutnya adalah belalai.  Belalai flexible fiberscope berisi serat
fiber  optik  yang dibungkus oleh bahan non metal yang lebih elastis dibandingkan dengan telescope semi rigid.  Sehingga akan membuat operator bermanuver lebih bebas. Bagian serat optic lain  berfungsi
sebagai saluran untuk pencahayaan. Didalamnya selain berisi fiber  optic lensa dan saluran pencahayaan. Belalai Flexible fiberscope juga dilengkapi dengan working channel. Saluran ini berguna sebagai saluran water management dan saluran instrument flexible. Instrument ini akan digunakan untuk tindakan
yang membutuhkan instrument flexible seperti kawat, forceps atau komponen fiber  laser.


Dalam praktek penggunaannya, selain membutuhkan camera system, flexible fiberscope tetap membutuhkan camera head seperti layaknya penggunaan telescope semi-rigid lainnya. Sehingga fitur yang dibutuhkan dalam penggunaan fiberscope tetap dapat difungsikan (Filter A dan B). Beberapa fitur unggulan yang ditawarkan oleh Flex X2  dari  Karl STORZ adalah :
•  Handle yang ringan dan 
ergonomis, sehingga memberikan kenyamanan dalam saat melakukan operasi.
•  Single steer controller memberikan kemudahan dalam mengatur maneuver yang dilakukan oleh operator.


•  Deflecting hingga 270O baik  ke atas maupun ke bawah.

•  LaserliteTM  keramik pada bagian distal, untuk melindungi dari panas ketika  menggunakan laser.
•  Diameter distal tip hanya 7,5 fr. sehingga memungkingkan untuk menjangkau bagian dalam ginjal.

•  Shock absorber menjaga agar bagian distal lebih awet dan tidak rusak karena deflecting bagian distal.


Dalam setiap pembelian  Flex-X2 juga akan dilengkapi dengan accessories lainnya seperti grasper, coagulating electrode, stone basket, dan tray untuk sterilisasi.

b.  Flexible-Videoscope
Jenis flexiblescope yang kedua adalah Flexible-Videoscope. Berbeda dengan jenis flexible scope yang pertama, flexible videoscope tidak dibentuk dari  serat fiber.

Kemajuan teknologi memungkinkan membuat kamera mikro dan video digital. Kamera mikro tersebut ditempatkan bagian distal dari flexibe videpscope (chip  on the  tip). Hal ini meminimalisir kerusakan
dari  serat fiber  yang saat ini sudah umum digunakan untuk technology flexiblescope. Kerusakan serat
fiber  pada flexible fiber  scope akan mempengaruhi kualitas gambar yang dihasilkan, sehingga akan mengganggu operator dalam melakukan operasi.

Salah satu flexiblescope yang ditawarkan oleh Karl STORZ adalah Flex-XC. Dengan mengusung technology Videoscope (chip  on the tip), Flex-XC  memudahkan operator untuk mencapai ginjal melalui natural orifice pasien. Sehingga baik tindakan diagnostic maupun operatif dapat dilakukan tanpa membuat luka sayatan di tubuh pasien.


Dalam praktek penggunaannya, Flex-XC  langsung dihubungkan ke Camera Control Unit (CCU), sehingga pada Flex-XC tidak  lagi  terdapat bagian ocular, seperti pada Flex-X2. Selain itu, dalam penggunaan
Flex-XC juga tidak  membutuhkan light  source dan light  cable. Hal ini dikarenakan pada bagian distal tip, sudah terdapat lampu sebagai sumber cahaya dengan bahan LED. Lampu LED ini akan langsung aktif ketika Flex-XC  dihubungkan ke CCU. Dengan penggunaan lampu LED, umur pakai lampu juga akan lebih panjang (±5000  jam).  Hal ini dapat menghemat investasi yang dilakukan oleh rumah sakit  maupun perorangan. Flex-XC  akan langsung dikoneksikan ke Camera Conntrol Unit (CCU). Beberapa fitur  yang ditawarkan oleh Flex-XC antara lain
•    Dengan design yang ergonomis, Flex-XC  menyediakan andle yang ringan membuat operator tidak cepat lelah ketika  melakukan operasi.

•     Posisi steer mudah dijangkau 
dengan ibu jari operator. Sehingga operator lebih mudah melakukan maneuver saat operasi.
•     Chip on the tip technology dan LED 
lamp di bagian distal tip. Sehingga meminimalisir konektifitas dengan sumber cahaya.
•    deflection 210° ke atas dan bawah


•    Terhubung langsung ke CCU.


•    LaserliteTM  keramik pada bagian distal, untuk melindungi dari panas ketika  menggunakan laser
•    8,5 Fr. distal tip
•    3,6 working element channel.

•    Shock absorber menjaga agar bagian distal lebih awet dan tidak rusak karena deflecting bagian distal.


Berdasarkan fitur  – fitur  di atas, antara  Flex-X2 dan Flex-XC dapat dibedakan sebagai berikut :


Jenis Flex-XC terbaru  adalah Flex- XC  SPIES.  Secara penggunaan dan fungsi, tidak  ada yang
berbeda dengan Flex-XC generasi sebelumnya. Beberapa perbedaan antara  Flex-XC dan Flex –XC  SPIES adalah sebagai berikut :

1.   Flex-XC SPIES dihubungkan ke X-Link yang akan digunakan untuk seluruh jenis Flexible Video Scope.

2.   Flex-XC SPIES bias memunculkan fitur  – fitur  unggulan SPIES yaitu : 

a.   Clara
Mode Clara memberikan pencahayaan yang merata. Dengan kata  lain, bagian background akan mendapat pencahayaan yang terang, tanpa memberikan pencahayaan yang berlebih (over-bright) pada bagian foreground.
b.  Chroma
Mode Chroma memberikan detail gambar yang lebih jelas. Sehingga kontur/tekstur jaringan dapat tampak lebih jelas. Hal ini dikarenakan mode Chroma memberikan kontras warna yang lebih jelas, sehingga bentuk jaringan terlihat lebih jelas.
Kedua mode SPIES di atas (Clara dan Chroma) dapat dikombinasikan secara bersama, sehingga dapat memberikan gambar dengan pencahayaan yang merata (homogenous) dan detail/contras gambar yang jelas.


c.   Spectra A dan B Spectra
memungkinkan user untuk mengenali jenis jaringan berdasarkan warna jaringan. Kedua fungsi ini akan mempermudah operator dalam melakukan diagnostic dan tindakan. Sebagai contoh, apabila terdapat angiosis, maka warna pada jaringan tersebut akan menjadi sangat berbeda sehingga biopsy yang dilakukan akan lebih tepat sasaran.(Galih)