CONTACT US

 
 +62-21-6386-1505  amc@advancemedicorp.com Facebook Twitter RSS GooglePlus Youtube

Mini FESS, Basic Sinus Therapy

 Posted by Marketing Media AMC
 13 July 2016 23:31
 Advertorial
Functional Endoscopic Sinus Surgery (FESS) merupakan teknik pembedahan minimal invasif sinusitis dan/atau menghilangkan sesuatu, seperti polip, pappiloma, dan lain-lain yang menutupi rongga sinus menggunakan endoskope nasal, dengan teknologi Hopkins rod lens, melalui lubang hidung yang ditemukan oleh Drs. Messerklinger, yang selanjutnya dikembangkan oleh Karl Stroz bersama dengan Professor Heinz Stammberger (Graz, Austria).

Dengan teknik  ini, pembedahan dilakukan melalui nasal cavity, menggunakan anestesi lokal, tanpa adanya pembedahan pada nasal septum. Sehingga menghasilkan luka operasi yang sangat minimal, sekaligus meminimalkan kejadian infeksi pasca pembedahan dan mempercepat proses penyembuhan serta dapat mempertahankan fungsi nasal cavity karena pembedahan dilakukan pada salah satu nasal cavity.

Dengan metode ini, pemeriksaan rotgen dan CT-Scan tidak lagi diperlukan karena pada pembedahan dasar sinus, endoscope nasal memungkinkan penglihatan secara langsung anatomi dan kelainan di dalam nasal cavity sehingga menghasilkan diagnosa yang akurat.
 


Pada tindakan pembedahan dasar sinus dapat digunakan set  instrumen yang disebut dengan Mini FESS, yang terdiri dari sembilan instrumen dan dua telescope, diantaranya:

Sebelum melakukan pembedahan, intranasal cavity sebaiknya dibersihkan dari  kotoran dan sekret dengan menggunakan suction tube/ antrum canulla atau dapat juga diambil dengan Blakesley nasal forcep straight untuk memperluas ruang kerja  saat pembedahan. Anestesi lokal diberikan dengan menyuntikkan 2% lidocain 2 ml dan epinefrine (5 microg/ml) ke dalam nasal cavity. Telescope 0° dengan diameter 4 mm yang telah terhubung dengan kamera sistem, selanjutnya dimasukkan ke dalam nasal cavity untuk menampilkan gambar selama tindakan.

Ethmoidectomy
•    Diseksi Anterior Ethmoid  (AE) Nasal forceps straight diinsersi ke dalam nasal cavity ke arah posterior menuju bagian anterior middle turbinate (MT), kemudian middle turbinate (MT) digeser ke arah medial secara perlahan dan bergerak secara posterior menuju ethmoidal bulla (B). Namun, perlu diketahui sebelum tindakan diseksi anterior ethmoid, uncinectomy dilakukan sebagai tindakan pendahuluan, dinding anterior ethmoidal bulla (B), terlebih dahulu dibuka menggunakan Nasal Forceps straight hingga keseluruhan dinding inferior dan medial terbuka.
•    Diseksi Posterior Ethmoid(PE) Untuk menuju ke arah posterior ethmoid cell, maka basal lamela. dilubangi menggunakan Nasal Forceps straight. Daerah yang aman untuk dilubangi adalah daerah medial dan inferior, tepat di atas titik di mana basal lamela berubah dari  vertikal kehorisontal, dengan jarak  sekitar 14-22 mm. Bagian posterior ethmoid kemudian dapat teramati dengan telescope 0°. 

sphenoethmoidectomy
Untuk mencapai Sphenoetmoidal cell, dilakukan beberapa tahap pendahuluan yang diantaranya insersi telescope 0° dan instrumen melalui middle meatus, uncinectomy, dan complete ethmoidectomy.

Tindakan sphenoethmoidectomy di- awali pada bagian medial dan inferior dari  posterior ethmoid, dengan melubangi dan memperlebar dinding anterior spenoid menggunakan antrum kuret menuju Sphenoed- moidal cell atau Onodi cell. Dengan ujung yang berbentuk oval, kuret memungkinkan pengambilan jaringan secara spesifik.

Adanya sekret danice cristal di Sphenoedmoidal cell, dapat diambil menggunakan suction dan Nasal Forceps straight. Pada Sphenoedmoidal cell terdapat sarat optik  pada bagian lateral superior dan pada bagian medial terdapat intrasphenoid septum. Sehingga tindakan pembedahan pada daerah ini harus dilakukan dengan hati-hati.

Adanya polip, papiloma, kista,  atau diseased mucosa yang terdapat di dalam rongga sinus dapat diambil menggunakan Nasal Forceps 45° atau straight bergantung dari  struktur anatominya. Sedangkan adanya sekret atau pendarahan, dapat dihilangkan menggunakan suction tube atau antrum canula agar tidak mengganggu area pandang operator.

Dari ulasan diatas dapat disimpulkan bahwa Functional Endoscopic Sinus Surgery menawarkan prosedur operasi yang efisien yang tidak  hanya memberikan keuntungan untuk operator, namun juga untuk pasien. (Ratih A)