CONTACT US

 
 +62-21-6386-1505  amc@advancemedicorp.com Facebook Twitter RSS GooglePlus Youtube

Bonfils intubation Endoscope

 Posted by Marketing Media AMC
 14 July 2016 21:34
 Advertorial
Keselamatan pasien dimasa yang akan datang menjadi masalah yang paling penting dan
utama dalam perkembangan sistem kesehatan Indonesia. Komitmen ini telah disampaikan oleh para pakar anestesiologi melalui organisasinya “PERDATIN”  yang bersepakat dalam “Deklarasi Indonesia tentang prediksi keselamatan Pasien di Anestesiologi” pada Februari 2013 lalu. Dengan demikian, No Excuse for Not  Saving Patient in Unexpected Difficult Airway Management, menjadi sebuah tujuan pokok.

Seperti halnya dalam manajemen pernafasan pasien, hal ini merupakan tanggung jawab terbesar anestesiologis karena penanganan kesulitan pernafasan ini sangat menentukan keselamatan pasien. Untuk mendapatkan dan mengoptimalkan hal tersebut, tidak dipungkiri dibutuhkan investasi instrumen yang berkualitas sebagai penjamin keberhasilan dalam menejemen pernafasan yang baik.

Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam inventasi instrumen, yaitu:
1.   Mampu bekerja dalam keadaan penanganan “unexpected difficult airway”, seperti pasien dengan cidera tulang belakang, cidera maxilofacial, tumor tonsil, dan
lain-lain.
2.   Visualisasi yang optimal untuk meminimalisasi komplikasi dalam managing difficult airway.
3.   Fleksibilitas, potabilitas, dan mobilitas suatu alat. Dimana hal ini berkaitan dengan kasus
difficult airway yang dapat terjadi kapan dan dimana saja.

solusi Tepat
Karl storz memiliki instrumen dan solusi untuk menjamin kesuksesan difficult airway management. Salah satunya adalah Bonfils Intubation Endoscope.

Bonfils merupakan instrumen untuk intubasi yang tidak  hanya untuk pasien yang memiliki struktur oral yang normal (normal difficult airway), namun instrumen ini menjadi rekomendasi utama dalam penanganan difficult airway untuk pasien dengan struktur oral yang sulit (unexpected difficult airway), pergerakan leher yang terbatas, pre- diksi dan klasifikasi Mallapati, dan Cormack & Lehane kelas IV.

Dengan segala keterbatasan kondisi pasien, bonfils memungkinkan tube endotraceal (ETT) tetap dapat diinsesikan pada trakea dengan cepat dan supply oksigen dapat didapatkan oleh pasien memungkinkan respirasi mekanis atau buatan pada penanganan difficult airway dalam waktu yang singkat.

Pengamatan secara langsung dapat dilakukan melalui bagian okular (eyepiece) bonfils, namun kamera head juga dapat ditambahkan untuk menampilkan gambar tindakan penanganan difficult airway ke monitor untuk memfasilitasi sarana edukatif bagi praktisi lain atau untuk keperluan pendokumentasian. Keduanya memungkinkan pengendalian visual secara langsung pada saat tindakan penanganan difficult airway.

Bonfils memiliki diameter 3.5 mm hingga 5.5 mm dan panjang 40 cm yang dapat menampilkan gambar yang tajam karena terdiri dari fiber optik dengan kualitas gambar tinggi 35.000 pixel. Sumber cahaya LED mobile memberikan cahaya yang dihantarkan melalui light bundleke distal optik sehingga dapat memberikan penerangan
meskipun dalam keadaan emergency, tidak  akan gelap. Selain itu, sudut pandang distal 110° akan memperluas pandangan operator.

Ujung bonfils didesain membengkok 400 karena disesuaikan dengan anatomi mulut manusia, sehingga memudahkan bonfils masuk hingga mencapai vocal cord. Bonfils juga dilengkapi dengan tube holder yang berfungsi untuk mengalirkan oksigen pada saat proses insersi bonfil. Sehingga dalam keadaan darurat, pemberian oksigen dengan segera dapat dilakukan tanpa harus menunggu ETT diposisikan dengan sempurna pada trakea.

Dengan bentuk yang sedemikian rupa, operator dapat mengoperasikan alat ini tanpa bantuan orang lain. Bonfils juga yang mudah dibawa (portabel), ergonomis, dan mudah dalam perawatan, dengan menggunakan disinfektan, gas et-O, steris atau sterrad.

Pada saat penyiapan alat  sebelum tindakan penanganan difficult airway, ujung endoskopi Bonfils ditarik ke dalam kurang lebih 5 mm dari distal akhir  ETT untuk mencegah kerusakan jaringan karena kontak langsung dengan Bonfils. Anestesi lokal, yang biasanya berupa lidokain 10%, diberikan  kepada pasien secara oral- spray. Oral insersi bonfils kemudian dapat diterapkan pada pasien baik dalam posisi tidur maupun bangun melalui dua teknik tergantung pada struktur oral  dari  pasien:

1.   Teknik midline
Teknik ini digunakan untuk penanganan difficult airway pada pasien normal. Teknik ini dilakukan dengan cara insensi bonfils melalui sisi medial mulut ke arah posterior hingga mencapai uvula. Bonfils, kemudian, diinsersi ke arah inferior hingga epiglotis terlihat, dan berakhir pada saat tepat di depan vocal cord. 3 ml lidokaine 2% kemudian diinjeksikan melalui tube holder untuk anestesi lokal laryng dan trakea. ETT didorong masuk ke dalam vocal cord  dan trakea, pada saat yang bersamaan bonfils dapat ditarik keluar dari  mulut dan proses supply oksigen melalui ETT dimulai.



2.   Teknik retromolar 
Teknik ini digunakan untuk penanganan difficult airway pada pasien yang memiliki masalah dalam membuka mulut (< 1 cm)  atau unexpected difficult airway lain. Teknik ini pada dasarnya sama dengan teknik  midline, namun pada teknik  retromolar insersi bonfils dilakukan melalui sisi lateral korner mulut menuju ke hypopharynx hingga ke vocal cord. Sebagai pelengkap untuk menunjang sarana edukasi atau pendokumentasian, maka C-CAM head kamera dan C-MAC monitor atau C-HUB dapat ditambahkan untuk menampilkan gambar tindakan penanganan Airway Management.



C-CAM Head kamera
C-CAM merupakan kamera CMOS high-grade yang memiliki spesifikasi sebagai berikut:
•    1-Chip  CMOS Head kamera
•    Resolusi 640 x 480 (Resolusi VGA)
•    Aspek rasio 4:3
•     Kompatibel dengan seluruh 
endoscope Karl Storz

Dengan C-CAM head kamera, Bonfils dapat dikoneksikan dengan imaging processor untuk memproses gambar dan ditampilkan dalam suatu monitor. C-CAM head kamera tidak mengurangi fitur “mobile” dari bonfils, karena C-CAM head kamera juga bersifat portabel.

imaging Processor dan Monitor 
Terdapat dua jenis imaging processor dan monitor menjadi pilihan investasi untuk menampilkan gambar tindakan penanganan Airway Management.

1.   C-MAC Monitor
Bonfils yang telah disambungkan dengan C-CAM Head kamera, kemudian dapat disambungkan langsung pada C-MAC Monitor sebagai penampil gambar. Ukuran C-MAC monitor yang relatif tidak besar, juga memungkinkan untuk dipindahkan dengan mudah sehingga melengkapi fitur “mobile” pada keseluruhan sistem yang digunakan untuk tindakan penanganan airway management. C-MAC tidak  hanya dapat menampilkan gambar saat tindakan namun dengan SD slot yang dimilikinya, mampu merekam gambar. C-MAC monitor memiliki spesifikasi sebagai berikut:
•    Memiliki ukuran layar 7”
•    Memiliki resolusi VGA
•    Menggunakan baterai Li-ion yang 
dapat diisi  ulang
•    Dilengkapi dengan Ultra  II dan HC SD card untuk menyimpan video dan gambar
•    Tombol yang dilengkapi petunjuk 
sehingga mudah digunakan 
•     Tahan gomcangan karena 
dilindungi oleh plastic ABS

2.   C-HUB
C-Hub merupakan imaging processor yang dapat dihubungkan pada PC atau laptop secara langsung sebagai penampil gambar melalui koneksi USB/S-VHS. Bonfils yang telah disambungkan dengan C-CAM Head kamera, kemudian dapat disambungkan pada C-HUB dan dihubungkan dengan komputer sebagai penampil gambar.



C-HUB tidak hanya mampu mengkoneksikan produk nonmedical grade dengan medical-grade
dengan tanpa mengurangi kualitas penampilan gambar, namun produk ini juga memiliki harga yang relatif terjangkau tanpa mengurangi nilai dari  keseluruhan sistem yang digunakan untuk tindakan penanganan airway management. Selain itu, C-HUB juga melengkapi fitur “mobile” dari set alat difficult airway management karena ukurannya yang kecil.

Bonfils Intubation Endoscope merupakan produk Karl Storz yang efektif  digunakan dalam tindakan penanganan difficult airway pada pasien baik yang memiliki karakter normal difficult airway maupun unexpected difficult airway yang cepat, aman, dan cost-efective serta durable. (Ratih A)