CONTACT US

 
 +62-21-6386-1505  amc@advancemedicorp.com Facebook Twitter RSS GooglePlus Youtube Instagram

IMAGE1 S™ RUBINA: Aplikasi NIR-ICG pada Laparoskopi

 Posted by Daryl AMC
 17 February 2021 02:42
 Technology

Penggunaan senyawa kimia untuk membantu meningkatkan kualitas visualisasi pada teknologi pencitraan pemandu pembedahan berbasis teknologi fluoresensi ini juga telah berkembang. Diantaranya adalah ICG – Indocyanine Green. Ditemukan pertama kali pada perang dunia kedua untuk aplikasi dalam fotografi. Senyawa ini diteliti untuk tujuan klinis pada tahun 1957 dan mendapatkan persetujuan badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat pada tahun 1959. Penggunaan klinis awal untuk prosedur optamologi. Secara sifat farmakokinetik, ICG ini berikatan 95% dengan albumin dan juga empedu. Dalam 30 menit senyawa ini sudah berada dalam saluran empedu.

Saat ini penggunaannya untuk diagnosis klinis, misalnya menentukan cardiac output, fungsi hati, dan aliran darah hati serta angiografi pada prosedur opta. Pemanfaatan klinisnya terutama memanfaatkan sifat optis dari senyawa ini dengan mengabsorbsi dan berfluoresensi pada jangkauan spektrum panjang gelombang NIR. Zat ini mengabsorbsi energi IR pada panjang gelombang 600 dan 900 nm dan memancarkan fluoresensi pada panjang gelombang 750 dan 950 nm. Spektrum fluoresensinya cukup luas dengan nilai maksimum pada panjang gelombang 810 nm dalam air dan sebesar 830 dalam darah. Sementara untuk tujuan klinis, pada dosis rendah, senyawa ini jika di dalam darah mengabsorbsi IR maksimal pada panjang gelombang 800 nm. Untuk keperluan deteksi spektrum fluoresensinya, diperlukan sebuah alat optis yang dapat mem-filter spektrum pada panjang gelom-bang yang pas yaitu sebesar 780 nm.

ICG mempunyai sifat toksisitas yang rendah, di metabolisme secara mikrosomal di hati dan dieksresikan melalui saluran empedu. Batas dosis toksik adalah 5mg/kg BB/hari. Efek samping termasuk ringan diantaranya hot flushes dan tenggorokan terasa asam.

Karl Storz telah bertahun-tahun lamanya mengembangkan sistim kamera berbasis teknologi fluoresensi. Dari mulai berbasis autofluoresensi (AF), dilanjutkan dengan Photo Dynamic Diagnose (PDD) dan terakhir NIRF – ICG.  Teknologi tersebut dikembangkan sedemikian dari sumber cahaya, kamera head dan telescopenya baik yang rigid maupun yang flexible. Masing-masing teknologi tersebut sudah diaplikasi secara klinis baik untuk tujuan diagnosis visualisasi maupun intraoperatif.

Untuk dapat melakukan aplikasi teknologi fluoresensi dengan menggunakan ICG, selain diperlukan senyawa ICG sendiri, juga diperlukan sistim kamera khusus. Sejak tahun 2014, Karl Storz telah mengembangkan sistim kamera IMAGE1 S™ S-Technologies & IMAGE1 S™ Rubina.

IMAGE1 S™ RUBINA menawarkan berbagai solusi pencitraan canggih. Manfaat utama IMAGE1  S™ RUBINA adalah solusi terintegrasi dari berbagai teknologi yang berbeda yaitu 4K, 3D dalam  resolusi 4K, teknologi NIR/ICG, teknologi LED dan automatic horizon control pada teknologi 3D.  Selangkah lebih maju dibandingkan brand lain dengan pembeda yang unik dan terutama opsi overlay baru untuk pencitraan NIR / ICG serta kontrol horizon untuk cakupan tiga dimensi.

Teknologi IMAGE1 S™ RUBINA dari KARL STORZ memberikan kualitas gambar native 4K. Satu-satunya teknologi yang menawarkan 3D, 4K, NIR/ICG dan LED sebagai satu solusi.

Teknologi pencitraan terbaru IMAGE1 S ™ RUBINA dari KARL STORZ menggabungkan teknologi  3D dan teknologi 4K disertai dengan fluoresensi NIR/ICG untuk membantu ahli bedah dengan  menampilkan gambar berkualitas tinggi.